Advertise Here

LOFA LOFIANA SAMARA

- Another Blogger Blog's

Showing posts with label IPA BIOLOGI. Show all posts
Showing posts with label IPA BIOLOGI. Show all posts
Comments: (0)

Biologi IPA SMP Kelas 8 Sistem Gerak Manusia


A. Organ Penyusun Sistem Gerak Manusia
Sistem gerak manusia tersusun dari rangka, tulang, dan otot. Tulang merupakan alat gerak pasif. Karena tulang tidak bisa bergerak tanpa otot. Otot merupakan alat gerak aktif. Karena dapat menggerakkan otot.
Fungsi rangka :
1. Memberi bentuk tubuh
2. Melindungi organ tubuh
3. Melekat nya otot
4. Tempat pembuatan sumsum
5. Menegakkan tubuh



B. Tulang
Berdasarkam jenisnya tulang dibagi 2 yaitu :
1. Tulang rawan
2. Tulang keras

Tulang Rawan ( Kartilago )
Tulang rawan adalah tulang yang akan berubah menjadi tulang keras, namun ada sebagian tulang rawan yang tidak akan berubah menjadi tulang keras yaitu cuping hidung, daun telinga, dan laring. Tulang rawan terdiri atas sel-sel tulang rawan (kondrosit), serabut kolagen, dan matriks. Sel-sel tulang rawan dibentuk oleh bakal sel-sel tulang rawan, yaitu kondroblas. Mengandung sedikit zat kapur namun banyak mengandung zat perekat sehingga bersifat lentur.  3 Jenis tulang rawan yaitu :

a. Tulang rawan hialin ( tersusun dari bahan seragam ) Terdapat di : dinding trakea, ujun tulang tangkai

b. Tulang rawan elastik ( Bersifat lentur ) Terdapat di : Daun telinga

c. Tulanng rawan serabut ( Bersifat kuat tetapi kurang lentur ) Terdapat di : antar ruas tulang belakang


Tulang Keras ( Osteon )
( Gambar Struktur tulang )
Pada gambar, benda yang berbentuk seperti tabung disebut sistem havers. Didalam sistem harves terdapat cairan berwarna merah bukan ? itulah yang dinamakan saluran Havers yang fungsinya memberikan makanan pada tulang. Sedangkan, gambar yang seperti kulit terkelupas adalah periosteum (tempat melekatnya otot)
Tulang dalam kehidupan sehari hari disebut tulang keras. Tulang keras berasal dari tulang rawan. Proses perkembangan tulang rawan menjadi tulang keras disebut osifikasi. Tulang yang tidak berasal dari tulang rawan atau tidak melalui proses osifikasi contohnya tulang tengkorak. Tulang keras banyak mengandung zat kapur dan sedikit zat perekat sehingga bersifat keras dan tidak lentur.

Proses pengerasan tulang dipengaruhi oleh vitamin D. Vitamin D meningkatkan proses penyerapan kalsium di usus halus. Tulang keras dibedakan menjadi 2 berdasarkan sifat bahan penyusunnya yaitu :
a. Tulang Spons ( bahan penyusun berongga ) contoh : tulang pendek dan tulang pipih
b. Tulang Kompak ( bahan penyusun padat dan kompak ) contoh : lapisan luar tulang pipa   

 
(gambar tulang kompak dan tulang spons )
Tulang berdasarkan bentuknya dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
a. Tulang pipa 
berbentuk buat lonjong seperti pipa. Terdapat di tulang lengan atas, paha, dan betis. Pada ujung tulang pipa ( yang berbentuk seperti bundar ) terdapat tulang spons sedangkan pada lapisan tulang pipa terdapat tulang kompak. Tulang pipa juga dilapisi periosteum.




 
 ( gambar tulang pipa )
Tulang pipih 
Tulang pipih dalamnya berongga seperti spons berisi sum sum merah ( penghasil sel darah merah ) Contoh tulang pipih yaitu : tulang belikat, tulang usus, tulang rusuk dll 

( Gambar tulang pipih ) 
 Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk bulat dan pendek. Berisi sum sum merah. contohnya ruas ruas tulang belakang, pergelangan kaki, pergelangan tangan dll
( gambar tulang pendek )
Sum sum tulang
sumsum tulang mengisi rongga dalam tulang. Ada 2 jenis sum sum tulang yaitu sum sum merah dan sum sum kuning.  Sum sum merah : tempat pembuatan sel darah merah. Pada anak anak terdapat pada tulang tengkorak. Pada orang dewasa terdapat di tulang tengkorak, tulang rusuk, dan ruas tulang belakang. Sum sum kuning : terbentuk dari campuran sel jaringan ikat, misalnya jaringan lemak dan sum sum merah. Terdapat pada anggota gerak orang dewasa. 
Pertumbuhan tulang
Tulang mulai tumbuh saat masih menjadi tulang rawan. Dimulai dari bagian tengah tulang pipa. Munculnya pembuluh darah pada tulang rawan dan sel tulang ( osteoblas ) menghasilkan jaringan tulang. Proses penulangan ( osifikasi ) dimulai sejak calon bayi ( fetus ) yang masih dalam kandungan. Jenis tulang lainnya tumbuh dari sel tulang yang memanjang  dan membesar. pertumbuhan memanjang terjadi di dekat ujung tulang ( cakra epifisis )
B. Susunan rangka tubuh manusia



Tulang tengkorak terdiri dari :

A. Tulang tempurung kepala :

1. Tulang Kepala belakang ( 1 buah )
2. Tulang ubun-ubun ( 2 buah )
3. Tulang dahi ( 1 buah )
4. Tulang baji ( 2 buah )
5. Tulang pelipis ( 2 buah )
6. Tulang tapis ( 2 buah )

B. Tulang Bagian Muka

1. Tulang rahang atas ( 2 buah )
2. Tulang rahang bawah ( 2 buah )
3. Tulang langit langit ( 2 buah )
4. Tulang hidung ( 2 buah )
5. Tulang pipi ( 2 buah )
6. Tulang mata ( 2 buah )
7. Tulang pangkal lidah ( 1 buah )

Tulang belakang membentuk sumbu yang tidak lurus agar menjaga keseimbangan badan. Tulang belakang terdiri dari :







1. Ruas tulang leher ( 7 buah )
2. Ruas tulang punggung ( 12 buah )
3. Ruas tulang pinggang ( 5 buah )
4. Ruas tulang kelangkang ( 5 buah )
5. Ruas tulang ekor ( 4 buah )

Tulang dada terdiri dari  :
1. Bagian  hulu
2. Bagian badan
3. Bagian taju pedang

Tulang rusuk terdiri atas 3 jenis tulang yaitu :
1. Tulang rusuk sejati ( 7 pasang )
2. Tulang rusuk palsu ( 3 pasang )
3. Tulang rusuk melayang ( 2 pasang )

Gelang bahu terdiri dari tulang selangka dan tulang belikat.

Gelang panggul terdiri dari
1. Tulang ilium atau tulang usus ( 2 buah )
2. Tulang kemaluan ( 1 buah )
3. Tulang duduk ( 2 buah )

Tulang anggota gerak atas terdiri dari :
1. Tulang lengan atas ( 2 buah )
2. Tulang hasta ( 2 buah )
3. Tulang pengumpil ( 2 buah )
4. Tulang pergelangan tangan ( 2 x 8 buah )
5. Tulang telapak tangan ( 2 x 5 buah )
5. Tulang jari tangan ( 2 x 14 buah )

Tulang anggota gerak bawah terdiri dari :
1. Tulang paha ( 2 buah )
2. Tulang  tempurung lutut ( 2 buah )
3. Tulang kering ( 2 buah )
4. Tulang betis ( 2 buah )
5. Tulang pergelangan kaki ( 2 x 7 buah )
6. Tulang telapak kaki ( 2 x 5 buah )
7. Tulang ruas ruas jari kaki ( 2 x 14 buah )

D. Sendi
Sendi adalah hubungan antar tulang. Berdasarkan kemampuan geraknya sendi dibagi 3 yaitu :

1. Sendi mati ( Sinartrosis )
sendi mati merupakan sendi yang tidak dapat digerakkan. Contoh : Tulang pada tulang tengkorak

2. Sendi Kaku ( Amfiartrosis )
Sendi yang dapat digerakkan secara terbatas. Contoh : antaruas tulang belakang dan tulang rusuk

3. Sendi Gerak ( Diartrosis )
Sendi yang dapat digerakkan secara leluasa. Sendi gerak dibagi menjadi 4 yaitu :
A. Sendi engsel ( digerkkan satu arah ) terdapat di siku, lutut, dan antarruas jari
B. Sendi Putar ( digerakkan memutar ) terdapat di antarruas tulang atlas ( ruas pertama tulang leher )
C. Sendi pelana ( Membentuk pelana kuda ) terdapat pada jari tangan dan telapak tangan
D. Sendi peluru ( Digerakkan ke segala arah ) terdapat pada pangkal lengan

E. Otot
otot disebut alat gerak akif. Otot menurut cara kerja dan bentuknya terbagi menjadi 3 yaitu :
1. Otot polos
Ciri ciri : berinti satu, Berbentuk gelondong dengan kedua ujung meruncing, bekerja diluar kesaaradan, terdapat di saluran pencernaan.
2. Otot Lurik
Ciri ciri : Berinti banyak , berbentuk silindris dan terlihat seperti lurik, bekerja menurut perintah otak
3. Otot jantung
Ciri ciri : sel berbentuk serabut lurik yang bercabang, inti sel satu atau banyak, bekerja tanpa kesadaran, bekerja sampai seumur hidup manusia



 Penyakit pada Tulang:
1. Patah tulang














2. Skoliosis, Kifosis, lordosis



















Penyakit pada otot :
1. Kram
2. Nyeri otot
Comments: (0)

GERAK PADA TUMBUHAN

Tumbuhan juga melakukan gerak, tetapi gerak yang dilakukan tumbuhan tidak seperti hewan dan manusia. Gerakan pada tumbuhan sangat terbatas, biasanya gerakannya tidak berpindah tempat (kecuali yang bersel satu). Bagaimana cara kita membuktikan bahwa tumbuhan juga melakukan gerak? Gerakan yang dilakukan hanya dilakukan oleh bagian tertentu, misalnya bagian ujung tunas, ujung akar, atau bagian lembar daun tertentu kecuali tumbuhan bersel satu. Gerakan tumbuhan dapat diamati dengan adanya pertumbuhan tanaman yang menuju atau ke arah tertentu. Sebagai contoh jika kita menancapkan sebatang kayu atau ranting di dekat tanaman mentimun atau tanaman lain yang merambat, maka selang beberapa waktu ranting kayu tersebut telah dibelit oleh tanaman mentimun atau tanaman yang merambat lainnya. Demikian pula akar-akar yang
menembus tanah menuju ke tempat yang lembap atau berair. Peristiwa tersebut merupakan contoh bahwa tumbuhan bergerak. Jadi, gerakan tumbuhan terjadi karena adanya proses pertumbuhan dan adanya kepekaan terhadap rangsang atau iritabilita yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut. Bagaimana terjadinya iritabilita pada tumbuhan? Seperti makhluk hidup lainnya, tumbuhan juga memiliki kepekaan terhadap rangsang tertentu. Untuk menanggapi rangsangan tersebut tumbuhan melakukan gerakan yang mungkin menuju ke arah rangsang, menjauhi rangsang, atau hanya sekedar melakukan gerak tanpa menunjukkan ke arah tertentu. Gerak pada tumbuhan yang tergolong iritabilita dibedakan menjadi tiga, yaitu tropisme, taksis, dan nasti. Gerakan ini karena pengaruh rangsang dari luar yang disebut gerak esionom.

A.Gerak Esionom
Gerak pada tumbuhan yang termasuk gerak esionom ada tiga macam, yaitu sebagai berikut.
1.Tropisme
Tropisme adalah gerakan dari sebagian tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah rangsang dari luar. Jika gerakan tumbuhan tersebut mendekati rangsang disebut tropi positif, tetapi jika gerakan menjauhi rangsang disebut tropi negatif. Berdasarkan jenis rangsangnya, tropisme dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut.
a.Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang cahaya. Apabila gerak tumbuhan tersebut menuju ke arah cahaya, berarti tumbuhan tersebut melakukan gerak fototropisme positif. Tetapi apabila gerakan tumbuhan itu menjauhi arah cahaya, maka disebut fototropisme negatif. Sebagai contoh tumbuhan yang melakukan gerak fototropisme positif adalah pertumbuhan tunas tanaman biji-bijian (pada umumnya menuju ke arah cahaya).
b.Kemotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsang zat kimia. Jika geraknya mendekati rangsang disebut kemotropisme positif tetapi jika gerakannya menjauhi rangsang disebut kemotropisme negatif.

c.Geotropisme adalah gerakan bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh gravitasi (gaya tarik) bumi. Apabila arah pertumbuhan menuju ke bawah berarti termasuk gerak geotropisme positif. Contoh geotropisme positif adalah pertumbuhan akar yang selalu menuju ke bawah atau ke dalam tanah, sedangkan pertumbuhan batang yang selalu mengarah ke atas merupakan contoh gerakan geotropisme negatif.

d.Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan menuju ke arah yang basah atau berair. Arah pertumbuhan mendekati tempat yang berair disebut gerak hidrotropisme positif, sedangkan apabila arah pertumbuhan tanaman menjauhi tempat yang berair disebut gerak hidrotropisme negatif. Salah satu contoh hidrotropisme positif adalah arah pertumbuhan ujung akar di dalam tanah yang selalu menuju ke tempat yang mengandung air.
e.Tigmotropisme adalah gerak dari bagian tumbuhan akibat persinggungan. Contoh sulur markisa yang membelit dan batang mentimun yang membelit tanaman lain

2.Nasti
Nasti adalah gerak dari sebagian tubuh tumbuhan sebagai tanggapan terhadap rangsang yang datang dari luar, tetapi arah gerak tidak ditentukan oleh datangnya rangsang. Nasti dapat dibedakan menjadi enam.
a.Seismonasti adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan sentuhan. Contoh: gerak menutupnya daun putri malu (Mimo pudica) karena disentuh.

b.Niktinasi adalah gerak tidur dari tumbuh-tumbuhan karena adanya rangsang gelap. Contoh: menutupnya daun petai cina, turi, dan si kecut pada saat malam hari.
c.Fotonasti adalah gerak bagian tumbuh-tumbuhan sebagai reaksi terhadap rangsang dari luar yang arah dan pola geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang, melainkan ditentukan oleh struktur tumbuhan sendiri. Contoh: bunga kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis) yang mekar pada siang hari dan menguncup pada malam hari.
d.Termonasti adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh perubahan suhu. Contoh: bunga tulip (di Eropa) mekar jika suhu naik dan menutup jika suhu turun.
e.Haptonasti adalah gerak bagian tumbuhan karena sentuhan. Contoh: daun tumbuhan insektifora, jika ada serangga yang menyentuh, daun menutup, sehingga serangga tertutup daun kemudian dicerna dengan enzim.

f.Nasti kompleks, adalah gerak nasti yang dipengaruhi oleh banyak rangsang yaitu rangsang cahaya, zat kimia, panas, dan air. Gerakan ini terjadi pada proses membuka dan menutupnya stomata.

3.Taksis
Taksis adalah gerak seluruh tubuh tumbuhan karena adanya rangsang dari luar. Berdasarkan rangsang penyebab, taksis dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a.Fototaksis adalah gerak seluruh tubuh tumbuhan karena rangsang cahaya. Contoh: gerak Euglen yang selalu mendekati cahaya.
b.Kemotaksis adalah gerak seluruh tubuh tumbuhan karena rangsang zat kimia. Contoh: gerak sperma- tozoid ke arkegonium pada tumbuhan lumut.

B.Gerak Endonom
Gerak endonom adalah gerak yang disebabkan oleh rangsang dari dalam. Gerak endonom disebut juga gerak otonom atau gerak spontan. Contohnya, gerak kloroplas dalam sel tumbuhan Hydrilla verticillata, pecahnya buah polong-
polongan, membukanya kotak-kotak sporangium tumbuhan paku.
Comments: (0)

Mengenal Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata)

Setelah kemarin kita belajar mengenal  hewan yang tak bertulang belakang (avertebrata) dengan berbagai jenis mahluk hidup yang termasuk di dalamnya, sekarang saya akan mengenalkan pada kalian hewan yang bertulang belakang (vertebrata).
Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Tulang belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae).
Dalam sistem klasifikasi, vertebrata merupakan subfilum dari filum Chordata. Chordata meliputi hewan-hewan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur. Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.
  • Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung  anterior  yang membesar berupa otak.
  • Memiliki ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus.
  • Memiliki celah faring.
Tubuh vertebrata mempunyai tipe simetri bilateral dan bagian organ dalam dilindungi oleh rangka dalam atau endoskeleton, khusus bagian otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak (kranium). Bagian terluar tubuh vertebrata berupa kulit yang tersusun atas epidermis (lapisan luar) dan dermis (lapisan dalam). Kulit vertebrata ada yang tertutup dengan bulu ada juga yang tertutup dengan rambut.
Organ dalam, seperti organ pencernaan, jantung, dan pernapasan terdapat didalam suatu rongga tubuh atau selom. Vertebrata memiliki alat tubuh yang lengkap, yang menyusun sistem organ tubuhnya meliputi sistem pencernaan yang memanjang dari mulut hingga anus, sistem peredaran darah tertutup (darah mengalir di dalam pembuluh darah), alat ekskresi berupa ginjal, alat pernapasan berupa paru-paru atau insang, sepasang alat reproduksi (kanan dan kiri) serta sistem endokrin yang berfungsi menghasilkan hormon.
Vertebrata terdiri dari lima kelas yaitu pisces, amphibia, reptile, aves dan mammalia.
1. Pisces
Pisces memiliki habitat di air dengan alat pernafasan berupa insang. Hewan ini mempunyai sirip yang berfungsi untuk menentukan arah gerak di dalam air dan memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air. Termasuk hewan berdarah dingin (poikiloterm), yaitu suhu tubuh disesuaikan dengan lingkungan. Pisces berkembang biak dengan bertelur (ovipar).
Berdasarkan jenis tulangnya ikan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
1)      Chondrichthyes atau ikan tulang rawan, contoh : ikan pari, ikan hiu dan ikan cucut.
2)      Osteichthyes atau ikan tulang keras, contoh : ikan mas, ikan gurami, ikan tongkol.
2. Amphibia
Amphibia merupakan hewan yang dapat hidup pada dua habitat, yaitu darat dan air, namun tidak semua jenis Amphibia hidup di dua tempat kehidupan. Beberapa jenis katak, salamander, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada yang hanya di darat. Namun habitatnya secara keseluruhan dekat dengan air dan tempat yang lembap seperti rawa dan hutan hujan tropis. Hewan ini bernafas dengan insang dan paru-paru dan memiliki suhu badan poikiloterm, berkembang biak dengan bertelur (ovipar) dan pembuahan terjadi di luar tubuh (eksternal).
Contoh : katak sawah, salamander, kodok
3.  Reptilia
Reptilia (dalam bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berfungsi mencegah kekeringan. Ciri lain yang dimiliki oleh sebagian besar reptil adalah :  anggota tubuh berjari lima,  bernapas dengan paru-paru,  jantung beruang tiga tau empat,  menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan poikiloterm, fertilisasi secara internal, menghasilkan telur sehingga tergolong ovipar dengan telur bercangkang.
Reptilia mencakup tiga ordo besar yaitu Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang), Squamata atau Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik) , dan Crocodilia (bangsa buaya). Bangsa kura-kura mempunyai cangkang (perisai) yang keras disebut dengan karapaks (bagian atas) dan plastron (bagian bawah).
 4. Aves
Aves  memiliki suhu badan homoiterm (suhu badan tetap, tidak terpengaruh suhu lingkungan). Memiliki tubuh berbulu melindungi tubuh dan bulu yang membentuk sayap digunakan untuk terbang. Tulangnya berongga sehingga ringan. Berkembang biak secara bertelur (ovipar) dan pembuahan di dalam tubuh.  Telur aves bercangkang dan memiliki kuning telur yang besar. Bernafas dengan paru-paru dan memiliki pundi-pundi udara yang membantu pernafasan saat terbang.
Contoh : ayam, kasuari, pinguin, bebek, angsa.
5. Mammalia
Ciri khas dari mammalia adalah memiliki kelenjar susu. Susu dihasilkan oleh kelenjar (mammae) yang terdapat  di daerah perut atau dada. Mammalia disebut juga hewan menyusui karena menyusui anaknya.
Tubuh mammalia tertutup oleh rambut yang berfungsi sebagai insulasi yang memperlambat pertukaran panas dengan lingkungan, segabai indera peraba antara lain pada kumis, sebagai pelindung dari gesekan maupun sinar matahari, sebagai penyamar atau pertahanan untuk melindungi dari mangsa, dan sebagai penciri kelamin.
Mammalia berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Hewan ini memiliki suhu tubuh homoiterm (suhu tubuh tetap) dan bernafas dengan paru-paru. Mammalia memiliki otak yang lebih berkembang dibandingkan dengan hewan vertebrata yang lain.
Comments: (0)

Perbedaan Tumbuhan Lumut dan Paku



Perbedaan Tumbuhan Lumut dan Paku

Dari berbagai macam jenis tumbuhan yang hidup dialam sekitar kita, terdapat dua jenis tumbuhan yang hampir sama, yaitu tumbuhan paku dan tumbuhan lumut.

Namun demikian, terdapat perbedaan tumbuhan lumut dan paku yang dapat kita ketahui dari ciri khusus keduanya, nah beberapa hal yang membedakan antara tanaman paku dengan lumut diantaranya adalah sebagai berikut:

Pada tumbuhan lumut memiliki beberapa ciri khusus sebagai berikut:
  • Akar berupa rizoid.
  • Batang tidak memiliki berkas pengangkut
  • Daun hanya memiliki satu lapis sel
  • Sporofit berupa sporogonium
  • Gametofit : tumbuhan lumut

Sedangkan pada tumbuhan paku terdapat beberapa perbedaan dibanding tumbuhan lumut:
  • Akar berupa akar serabut (rizoma)
  • Batang memiliki berkas pengangkut tipe konsentris
  • Daun sudah terdiferensiasi
  • Sporofit : tumbuhan paku
  • Gametofit : protalium

Dari sedikit penjelasan diatas kita dapat mengetahui apa saja ketidaksamaan antara tumbuhan paku dengan tumbuhan lumut. Pembahasan tentang perbedaan tumbuhan paku dan lumut ini masih berkaitan dengan topik sebelumnya yaitu mengenai jenis-jenis tumbuhan spora.