Advertise Here

LOFA LOFIANA SAMARA

- Another Blogger Blog's

Comments: (0)


Pengertian HUkum dan Penggolongan Hukum – Panutan.com. Dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terdapat materi pengertian hukum dan penggolongannya. Dan ternyata materi ini bukan hanya dibutuhkan oleh anak sekolah saat belajar mata pelajaran ini, tapi oleh mahasiswa-mahasiswa yang mengambiil jurusan hukum dan jurusan Pendidikan Kewarganegaraan. Karena itu saya berniat untuk membahasnya di blog saya ini, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan adik-adik sekalian.

Pengertian Hukum
Pengertian hukum yang akan saya bahas di blog saya ini adalah tentang pengertian hukum menurut para ahli, mereka adalah Utrecht dan Simorangkir. berikut pengertian dari mereka:
Pengertian Hukum menurut Utrecht => Hukum adalah himpunan perintah dan larangan untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat harus mematuhinya.
Pengertian Hukum menurut Simorangkir => Hukum adalah peraturan yang bersifat memaksa dan sebagai pedoman tingkah laku manusia dalam masyarakat yang dibuat oleh lembaga berwenang serta bagi siapa saja yang melanggarnya akan mendapatkan hukuman.
Berdasarkan pengertian hukum tersebut, dapat disimpulkan bahwa hukum berupa perintah dan larangan yang bersifat memaksa. Apabila ada anggota masyarakat yang melanggar akan mendapat sanksi hukum.
Penggolongan Hukum
Hukum terdiri atas bermacam-macam. Untuk mengetahui tentang macam-macam hukum, ada beberapa penggolongan hukum.
a. Hukum menurut Bentuknya
Menurut bentuknya, hukum dikelompokkan sebagai berikut.
- Hukum tertulis adalah hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan perundangan. Hukum tertulis dapat merupakan hukum tertulis yang dikodifikasikan dan hukum tertulis yang tidak dikodifikasikan.
- Hukum tak tertulis adalah hukum yang masih hidup dalam keyakinan masyarakat, tetapi tidak tertulis. Hukum tak tertulis juga disebut hukum kebiasaan. Hukum tidak tertulis ditaati seperti suatu peraturan perundangan.
b. Hukum menurut Tempat Berlakunya
Menurut tempat berlakunya, hukum dibedakan sebagai berikut
- Hukum nasional adalah hukum yang berlaku dalam suatu negara.
- Hukum internasional adalah hukum yang mengatur hubungan hukum dalam dunia internasional.
- Hukum asing adalah hukum yang berlaku di negara lain.
- Hukum lokal adalah hukum yang berlaku di suatu daerah atau wilayah tertentu.
c. Hukum menurut Sumbernya
Menurut sumbernya, hukum dapat digolongkan sebagai berikut.
- Undang-undang adalah hukum yang tercantum dalam peraturan perundangan.
- Hukum kebiasaan adalah hukum yang terletak dalam peraturan-peraturan kebiasaan.
- Hukum traktat adalah hukum yang ditetapkan oleh negara-negara di dalam suatu perjanjian antarnegara.
- Hukum yurisprudensi adalah hukum yang terbentuk karena keputusan hakim.
d. Hukum menurut Waktu Berlakunya
Menurut waktu berlakunya, hukum dapat digolongkan sebagai berikut.
- Hukum positif (ius constitutum) adalah hukum yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu. Hukum positif (ius constitutum) disebut juga tata hukum.
- Ius constituendum adalah hukum yang diharapkan berlaku pada waktu yang akan datang.
Hukum asasi adalah hukum yang berlaku di mana-mana dalam segala waktu dan untuk segala bangsa di dunia. Hukum ini tidak mengenal batas waktu melainkan berlaku untuk selama-lamanya (abadi) terhadap siapa pun di seluruh tempat.
e. Hukum menurut Isinya
Menurut isinya, hukum dapat dikelompokkan sebagai berikut.
- Hukum privat adalah kumpulan hukum yang mengatur hubungan-hubungan antarorang dengan menitikberatkan kepada kepentingan perseorangan. Hukum privat juga disebut hukum sipil. Contoh: KUH Perdata dan KUH Dagang.
- Hukum publik adalah kumpulan hukum yang mengatur hubungan-hubungan antara negara dengan alat perlengkapannya atau antara negara dengan perorangan. Hukum publik bertujuan untuk melindungi kepentingan umum. Hukum publik juga disebut hukum negara.
f. Hukum menurut Wujudnya
Menurut wujudnya, hukum dapat dikelompokkan sebagai berikut.
- Hukum objektif adalah hukum dalam suatu negara yang berlaku umum dan tidak mengenai orang atau golongan tertentu. Hukum ini untuk menyatakan peraturan yang mengatur antara dua orang atau lebih. Contoh: Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
- Hukum subjektif adalah hukum yang dihubungkan dengan seseorang tertentu dan dengan demikian menjadi hak. Contoh: Kitab Undang-Undang Hukum Militer.
g. Hukum menurut Sifatnya
Menurut sifatnya, hukum dapat digolongkan sebagai berikut.
- Hukum yang memaksa adalah hukum yang dalam keadaan bagaimana pun juga harus dan mempunyai paksaan mutlak. Contoh: hukum pidana
- Hukum yang mengatur adalah hukum yang dapat dikesampingkan apabila pihak-pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri dalam suatu perjanjian. Contoh: hukum dagang.
h. Hukum menurut Cara Mempertahankannya
Menurut cara mempertahankannya, hukum dapat dikelompokkan sebagai berikut.
- Hukum materiil adalah hukum yang memuat peraturanperaturan yang mengatur kepentingan-kepentingan dan hubungan-hubungan yang berwujud perintah-perintah dan larangan-larangan. Contoh: hukum pidana, hukum perdata, dan hukum dagang.
- Hukum formal adalah hukum yang memuat peraturanperaturan yang mengatur cara-cara melaksanakan dan mempertahankan hukum materiil atau suatu peraturan yang mengatur cara mengajukan suatu perkara ke muka pengadilan dan bagaimana caranya hakim memberi putusan. Hukum formal disebut hukum acara. Contoh: hukum acara pidana dan hukum acara perdata.

Comments: (0)


Ketentuan dalam membuat diagram Venn adalah sebagai berikut,
https://chusnulmuali.files.wordpress.com/2012/05/gambar-1_1.jpg?w=600Himpunan semesta digambarkan dengan sebuah persegi panjang dan di pojok kiri atas diberi simbol S. Setiap anggota himpunan semesta ditunjukkan dengan sebuah noktah/titik di dalam persegi panjang tersebut, dan nama anggotanya ditulis berdekatan dengan noktah/titik. Contoh,
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}
https://chusnulmuali.files.wordpress.com/2012/05/gambar-1_2.jpg?w=600Setiap himpunan yang termuat di dalam himpunan semesta ditunjukkan oleh kurva tertutup sederhana. Contoh,
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}
A = {2, 4, 6, 8}
Karena semua anggota himpunan A termuat di dalam himpunan S, maka A berada dalam himpunan S.
https://chusnulmuali.files.wordpress.com/2012/05/gambar-1_3.jpg?w=600Dalam menggambar himpunan-himpunan yang mempunyai anggota banyak, pada diagram Venn tidak menggunakan noktah/titik. Contoh,
S = {siswa di sekolah}
D = {siswa dalam kelas VII}
Perhatikan himpunan-himpunan berikut ini,
A = {a, b, c}
B = {a, b, c, d, e}
Dari kedua himpunan tersebut, ternyata setiap anggota A menjadi anggota B. Maka dapat dikatakan bahwa A adalah himpunan bagian dari B. Menggambarkannya dengan menggunakan diagram Venn adalah seperti berikut,
https://chusnulmuali.files.wordpress.com/2012/05/gambar-1_6.jpg?w=600
Label: mtk
Senin, 04 November 2013
Asalamualaikum bagi orang beragama islam,dan selamat datang bagi orang selain beragama islam.
Asa
1. Variabel
Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas. Variabel disebut juga pengubah. Variabel biasanya dilambangkan dengan huruf kecil a, b, c, ... z.

Contoh:
Tulislah setiap kalimat berikut dengan menggunakan variabel sebagai pengganti bilangan yang belum  diketahui nilainya.
a. Jumlah dua bilangan ganjil berurutan adalah 20.
b. Suatu bilangan jika dikalikan 5 kemudian dikurangi 3, hasilnya adalah 12.

Penyelesaian:
a. Misalkan bilangan tersebut x dan x + 2, berarti x + x + 2 = 20.
b. Misalkan bilangan tersebut x, berarti 5x – 3 = 12.

2. Konstanta
Suku dari suatu bentuk aljabar yang berupa bilangan dan tidak memuat variabel disebut konstanta.

Contoh:
Tentukan konstanta pada bentuk aljabar berikut.
a. 2x2 + 3xy + 7x – y – 8
b. 3 – 4x2 – x

Penyelesaian:
a. Konstanta adalah suku yang tidak memuat variabel, sehingga konstanta dari 2x2 + 3xy + 7x – y – 8 adalah –8.
b. Konstanta dari 3 – 4x2 – x adalah 3.

3. Koefisien
Koefisien pada bentuk aljabar adalah faktor konstanta dari suatu suku pada bentuk aljabar.

Contoh:
Tentukan koefisien x pada bentuk aljabar berikut.
a. 5x2y + 3x
b. 2x2 + 6x – 3

Penyelesaian:
a. Koefisien x dari 5x2y + 3x adalah 3.
b. Koefisien x dari 2x2 + 6x – 3 adalah 6.

4. Suku
Suku adalah variabel beserta koefisiennya atau konstanta pada bentuk aljabar yang dipisahkan oleh  perasi jumlah atau selisih.

a. Suku satu adalah bentuk aljabar yang tidak dihubungkan oleh operasi jumlah atau selisih.
    Contoh: 3x, 4a2, –2ab, ...
b. Suku dua adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh satu operasi jumlah atau selisih.
    Contoh: a2 + 2, x + 2y, 3x2 – 5x, ...
c. Suku tiga adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh dua operasi jumlah atau selisih.
    Contoh: 3x2 + 4x – 5, 2x + 2y – xy, ...

Bentuk aljabar yang mempunyai lebih dari dua suku disebut suku banyak atau polinom.
Nanti, di tingkat yang lebih lanjut kalian akan mempelajari mengenai suku banyak atau polinom.

Comments: (0)



Kalimat langsung dan tidak langsung
a.     Bermacam-macam kalimat langsung
Ada kalimat langsung berbentuk tanya, ada bentuk berita, dan ada juga yang bentuk perintah.

v  Ayah bertanya ,” sudah selesaikah PR-mu ?”
v Ibu berkata,” aku akan berangkat ke pasar !”
v Kata kakek,” ambilkan kaca mataku, Wan !”
Petikan wawancara “ menciptakan lingkungan bersih juga menggunakan kalimat langsung. Salah satunya adalah
Murti:” siapa yang membantu bapak dalam menyukseskan progam lingkungan bersih dan sehat?”
Jadi,kalimat langsung adalah kalimat yang dipakai secara langsung oleh SI penutur dan diapait oleh tanda petik ganda (“........”)
Kalimat langsung dapat diubah menjadi kaimat tidak langsung.
_ ayah menanyakan apakah PR_ku sudah selesai .
_ ibu mengatak bahwa akan berangkat ke pasar
_ kakek menyuruh IWAN untuk mengabil kacamatanya.
_ murti menanyakan siapakah yang membantu bapak (lurah) dalam menyukseskan progam lingkungan bersih dan sehat.

Jumat, 25 April 2014
Puisi adalah salah satu hasil karya sastra yang masih tumbuh dan berkembang sampai sekarang. Akan tetapi tidak semua orang dapat dengan mudah memahami apa isi yang terkandung dalam sebuah puisi. Karena puisi mengkomunikasikan hasil cipta sastra yang terkandung menggunakan bahasa yang sulit dimengerti. Bahasa puisi tidaklah seperti bahasa sehari-hari. Memahami puisi dapat dilakukan diantaranya, melalui pemahaman dari cara pengungkapan isi berupa gambaran penginderaan. Sesuatu yang berhubungan denagn yang terungkap dalam puisi tersebut.
Hal-hal yang bisa kamu peroleh ketika mendengarkan pembacaan puisi,
antara lain :
1.    Dapat mengembangkan dan mempertajam rasa keindahan dalam dirimu.
2.    Dapat mengembangkan sikap berempati dan bersimpati terhadap orang lain.
3.    Dapat memperluas pengetahuan dan pengalaman.
4.    Dapat merefleksikan pembacaan puisi dalam berbagai bentuk.
Setelah mendengarkan pembacaan puisi , dapat diberikan tanggapan. Menanggapi cara pembacaan puisi berarti memberikan komentar terhadap pembacaan puisi seseorang. Tanggapan atau komentar tersebut dapat berupa kritikan, masukan, penilaian, ataupun pujian. Sebelum memberikan tanggapan terhadap pembacaan puisi, alangkah baiknya kamu memahami aspek-aspek yang baik dalam pembacaan puisi. Sehingga dalam menanggapi kamu dapat memberikan penilaian nama hal yang sudah baik dan tepat serta nam hal yang masih kurang.
Hal yang dapt ditanggapi dalam pembacaan puisi meliputi hal berikut.
1.    Penerangan unsur irama dalam pembacaan sebuah puisi dapat diartikan sebagai pengolahan nada yang menyangkut
tinggi rendah dan panjang pendeknya nada. Berkaitan dengan irama, seorang pembaca puisi harus sadar akan kekuatan napas dan jangkauan vokal yang di miliki.
2.    Unsur mimik dan ekspresi dalam pembacaan puisi berkaitan dengan raut wajah dan gerak tubuh.
3.    Penerapan unsur kinesik (bisikan) dalam pembacaan puisi dapat diterapkan pada kata-kata yang bersifat tanya, keluhan, atau penekanan.
4.    Volume suara dalam pembacaan dapat menjakau seluruh pendengar, tidak terkesan dipaksakan, jelas, dan mantap.
5.    Penghayatan terhadap puisi dangan pemahaman tema atau isi puisi tersebut.
Puisi merupakan salah satu ungkapan perasaan. Ungkapan perasaan bisa melalui kebanggaan, kekaguman, kekecewaan, kekesalan, dan lain-lain. Unsur imajinasi akan dapat mewarnai bentuk puisi menjadi lebih indah. Sedangkan keindahan puisi itu sendiri terbangun dari diksi, nada, irama, bahkan kinesiknya.
Menulis puisi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sebagaimana telah kamu ketahui, bahkan puisi dapat ditulis berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah dialami. Pengalaman yang menyedihkan, membahagiakan, mengecewakan, menyenangkan, dan sebagainya dapat kamu jadikan sebagai bahan inspirasi untuk menulis puisi. Dengan begitu dapat di simpulkan bahwa penulis puisi itu sangatlah mudah karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Meskipun tidak ada teoripenciptaan puisi, puisi memiliki perasaan yang bersifat umum, meliputi badan puisi, bahasa, bentuk ekspresi puisi, dan pengembangan bahan. Ada sebelas unsur dalam penulisan puisi, yaitu diksi, pengimajian, kata konkret, majas, versifikasi (meliputi
rima, ritma, dan metrum), tipografi, sarana retorika, tema, nilai rasa, nada atau sikap penyair terhadap puisi, dan amanat.
Kemampuan menulis puisi sebenarnya termasuk jenis keterampilan. Seperti keterampilan lain, untuk mampu menulis puisi kita perlu berlatih. Berikut merupakan langkah awal dalam berlatih menulis puisi.
1.    Menentukan tema yang akan diangkat dalam puisimu.
2.    Sebelum memulai menulis, bebaskanlah hatimu dari segala macam rasa takut yang selam
ini menghantui. Takut salah, taku tidak berbobot, takut dilecehkan, dan sebagainya.
3.    Tulislah semua kata-kata yang muncul dibenakmu yang terkait dengan tema tersebut. Dalam tahap ini, kamu tidak perlu merisaukan penggunaan diksi.
4.    Setelah kamu rasa cukup atau selesai, mulailah kamu cermati : keindahan diksi, perimaan, urutan, keserasian bait, dan unsur-unsur puisi lainnya (metafora, citraan, simbol, mitos, tema, dan amanat)
Sebuah informasi dalam media cetak, tidak selalu berwujud bacaan saja. Kadang kala bacaan tersebut disertai juga dengan diagram atau tabel untuk memperjelas informasi. Jika kalian dapat ingin memahami informasi tersebut secara utuh, maka kalian harus dapat membaca tabel atau diagram tersebut dengan benar.
Membaca memindai adalah kegiatan membaca untuk menemukan informasi dari bacaan secara cepat dan tepat. Tabel adalah daftar berisi sejumlah besar data informasi yang biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem urut ke bawah dalam lajur atau deret tertentu. Sedangakan
diagram merupakan sketsa untuk menunjukkan atau menerangkan sesuatu. Data disampaikan melalui gambar, antara lain diagram gambar, diagram lingkaran, diagram garis, diagram batabg, daln lain-lain.
1.    Cara Membuat Tabel
a)    Membaca judul tabel terlebih dahulu.
b)    Membaca bagian-bagian dalam kolom tabel.
c)    Membaca bagian-bagian dalam baris tabel.
d)    Membuat kesimpulan berdasarkan isi tabel.
2.     Cara Membuat Diagram
a)    Membaca judul diagram.
b)    Membaca informasi/data dalam diagram.
c)    Mengajukan pertanyaan tentang isi diagram.
d)    Membuat simpulan isi diagram berdasarkan jawaban pertanyaan tentang diagram.
Wawancara adalah suatu kegiatan tanya jawab dengan seseorang untuk meminta keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal. Wawancara diperlukan untuk mengumpulkan informasi sebagai bahan penyusunan suatu tulisan atau laporan.
Hal-hal penting yang disampaikan narasumber dalam wawancara merupakan pokok-pokok informasi yang terdapat dalam proses wawancara tersebut. Tidak semua yang disampaikan narasumber merupakan hal-hal yang bersifat penting. Hal ini dikarenakan terkadang dalam proses wawancara seorang pewawancara menyelipkan pertanyaan-pertanyaan ringan yang tidak bersifat substansi sebagai selingan dalam wawancara. Dalam hal ini, pokok-pokok informasi yang disampaikan narasumber biasanya merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan perihal yang dibidangi narasumber serta tema yang dibicarakan.
Untuk memperoleh hal-hal penting dari wawancara, kita bisa mencarinya dengan menentukan kalimat utama dari setiap jawaban yang diberikan oleh narasumber. Selain itu, kita juga bisa menggunakan rumus 5W + 1H yaitu what (apa), who (siapa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana).
Contoh :
Dengarkan pembacaan teks wawancara berikut !
Pewawancara    : “Menurut pengamatan Bapak, bagaimanakan tingkat kesadaran  pengguna jalan
raya dalam menaati peraturan-peraturan yang ada ?”
Narasumber    : “Tampaknya tingkat kedisiplinan para pengguna jalan di sini belum bisa dikatakan patuh. Banyak di antara mereka sering seenaknya sendiri panta menghiraukan traffic light, ada yang suka berhenti mendadak tanpa menghiraukan kanan kirinya, yang ada bersikap egois akan kebutuhan sendiri sehingga ingin sampai tujuan tanpa hambatan.”
Pewawancara    : “Wah, tentunya hal demikian itu dapat memunculkan bahaya yang besar. Bukankah begitu pak ?”
Narasumber    : “Ya, tentu saja. Padalah bila mereka menyadari bahaya itu bukan saja bagi orang lain tetapi bisa juga bagi dirinya sendiri.”
A.    BERTELEPON
Telepon berarti pesawat dengan listrik dan kawat untuk bercakap-cakap antara dua orang yang berjauhan tempatnya atau percakapan yang disampaikan melalui pesawat. Telepon merupakan alat komunikasi yang cukup efektif dalam menghubungi seseorang untuk memperoleh atau mengabarkan berita. Pada umumnya, telepon digunakan agar mempermudah hubungan atau komunikasi, walaupun tempatnya berjauhan.
Bertelepon berarti kamu berhadapan dengan orang lain walaupun tidak secara langsung bertatap muka. Untuk menghemat biaya bertelepon, kamu harus menggunakan kalimat efektif dan harus menghargai lawan bicara dengan cara menjaga sopan santun. Meskipun dalam bertelepon tidak saling bertatap muka, bahasa yang santun wajib digunakan. Kalimat efektif adalah kalimat yang singkat dan jelas. Singkat artinya menggunakan kosakata secara hemat. Sedangkan jelas artinya tidak menimbulkan penafsiran ganda.
Berikut ini tata cara bertelepon yang baik.
1.    Ucapkan salam pembuka.
2.    Sebutkan nama dan tujuan kita menelepon.
3.    Lakukan dengan kata-kata hemat tapi jelas dan mudah dipahami.
4.    Gunakan bahasa yang santun.
5.    Akhiri pembicaraan dengan ucapan terima kasih dan salam.

Contoh :

Guru    : “Hallo, selamat pagi!”
Siswa    : “Selamat pagi, dapatkah saya berbicara dengan Pak Surya?”
Guru    : “Iya saya sendiri. Ini siapa? Ada keperluan apa?”
Siswa    : “Saya Willy siswa kelas 7B, Pak. Karena ayah dan ibu saya sakit, saya ijin tidak masuk sekolah.”
Guru    : “Oh, begitu. Baiklah, semoga orang tuamu cepat sembuh.”
Siswa    : “Terima kasih pak. Selamat pagi.”
Guru    : “Selamat pagi.”

B.     MEMBACA INTENSIF BUKU BIOGRAFI
Pernahkan kamu membaca biografi seorang tokoh terkenal? Hal-hal apa saja yang dituliskan dalam biografi tersebut?
Biografi merupakan catatan riwayat hidup seorang tokoh, seperti negarawan, ilmuwan, sastrawan, seniman, dan pengusaha. Kamu dapat membaca biografi yang menguraikan riwayat hidup seseorang tersebut agar dapat mengambil pelajaran penting dari kehidupan tokoh yang bersangkutan.
Membaca intensif merupakan cara membaca yang dilakukan secara saksama terhadap rincian-rincian suatu teks atau bacaan. Di dalam sebuah bacaan terdiri atas beberapa paragraf. Paragraf-paragraf tersebut saling mendukung dalam menjelaskan satu tema. Dalam sebuah paragraf biasanya terdapat satu gagasan utama dan beberapa gagasan penjelas. Gagasan utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan paragraf. Sedangkan gagasan penjelas adalah gagasan yang perannya menjelaskan gagasan utama.
Karya sastra adalah hasil cipta,rasa, dan karsa manusia yang berwujud seni
Contoh karya sastra: -Puisi.
                                  -Prosa (karangan yang berbentuk cerita)
                                  -drama
Puisi: -Puisi lama
         -Puisi baru
Puisi lama: -Pantun
                 -Syair
Macam-macam puisi baru:
1. Balada
    puisi berisi kisah/cerita
2. Himne
    puisi pujaan untuk Tuhan,tanah air, dan pahlawan
3. Ode
    puisi sanjungan untuk orang yang berjasa
4. Epigram
    puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
5. Romance
    berisi luapan perasaan cinta kasih
6. Elegi
    berisi ratap tangis/kesedihan
7. Satire
    berisi sindiran/kritik
ciri-ciri pantun:


1.  Terdiri dari 4 baris
2. Baris 1 & 2 sampiran
3. Baris 3 & 4 isi
4. Bersajak a-b-a-b
5. Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata